Kiat-Kiat Hidup Sehat bisa Dimulai dari Seberapa Sering Mencuci Handuk

Kiat-Kiat Hidup Sehat bisa Dimulai dari Seberapa Sering Mencuci Handuk

Kiat-Kiat Hidup Sehat bisa Dimulai dari Seberapa Sering Mencuci HandukTidak disangka, intensitas mencuci handuk bisa berdampak serius pada kesehatan. Padahal orang kebanyakan menaruh perhatian hanya pada kisaran olahraga, pola makan sehat, dan sejenisnya. Secara otomatis, handuk ditempatkan pada wilayah abu-abu. Kalau diabaikan dalam kehidupan sehari-hari, potensi penyebaran penyakit akibat handuk jarang dicuci jadi melebar.

Umumnya, orang akan menggantung handuk setiap kali selesai pakai. Berapa lama handuk digantung dalam keadaan begitu? Tentu saja sampai diambil kembali keesokan harinya. Atau kalau seseorang rutin mandi dua kali, maka ia akan mengambil handuk itu dua kali juga. Jumlah jam yang dihabiskan saat handuk dibiarkan menggantung lebih banyak.

Sering orang menyepelekan hal ini. Bisa jadi setiap hari, ia menyapu ruangan tempat handuk menggantung. Debu-debu beterbangan. Saat posisi handuk masih lembap atau basah, bakteri yang tersemat dalam debu mudah sekali menempel. Kalau sudah begitu, mereka akan membuat rumah baru di sana. Berkembang biak. Beranak-pinak. Sampai akhirnya handuk itu diambil untuk mengelap tubuh usai mandi.

Untuk itulah, kebersihan handuk bukan barang yang sepele. Maka, langkah terbaik agar terjaga kebersihannya, handuk wajib dijemur setelah dipakai. Proses ini dilakukan untuk membuat handuk kering dan tidak mudah dihinggapi bakteri. Sinar matahari yang menyengat juga cukup ampuh membunuh bakteri dan kuman penyakit. Berbeda dengan handuk yang dibiarkan lembap atau bahkan basah.

Ada satu fakta yang cukup menarik. Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa kuman dan bakteri hanya berkembang biak di tempat kotor. Seperti kakus, tempat pembuangan sampah, dan sejenisnya. Mereka lupa satu hal, bahwa kuman dan bakteri itu binatang yang mikroskopis. Mereka tidak bisa dilihat secara mata telanjang. Bahkan laptop, ponsel, dan tas juga berpotensi dihinggapi bakteri.

Khusus elektronik, biasanya sudah disediakan cairan pembersih. Tinggal sang empunya mau pakai secara rutin atau tidak. Soalnya sifat merugikan yang paling diidap manusia itu bernama malas. Setiap saat rasa malas menawarkan hal-hal menyenangkan kalau tidak berbuat sesuatu. Padahal, berbuat sesuatu jauh lebih menyenangkan. Cara mengatasinya mudah. Tinggal segera bertindak tanpa memikirkan kesulitannya.

Sama seperti ketika membicarakan kebersihan handuk. Setiap kali handuk dipakai, bakteri yang menempel akan hinggap pula ke bagian tubuh yang dilap. Akibatnya bisa cukup serius. Dikira setelah mandi akan bersih dari kuman dan penyakit karena sudah pakai sabun, rupanya masih ada masalah lain. Padahal, badan akan digunakan untuk aktivitas seharian penuh, bahkan dibawa tidur.

Untuk itu, setidaknya handuk dicuci setelah 3 sampai 4 kali pemakaian. Pencucian seminggu sekali saja sudah terlalu lama, apalagi kalau sampai sebulan. Bisa-bisa bakteri yang ada di handuk sudah beranak-pinak sampai 7 generasi. Mereka pun sangat siap kalau disuruh melakukan ekspansi atau perluasan wilayah ke tubuh manusia. Jadi, tetap jaga kebersihan handuk, ya. Hidup sehat, masa depan pun cerah.